Home Sastra Sang Waktu Bernama Kala

Sang Waktu Bernama Kala

100
0
Sang Waktu Bernama Kala
Sang Waktu Bernama Kala

Hindu IndonesiaSang Waktu Bernama Kala. Waktu sangatlah singkat sekadi kedaping tatit, dalam sedetikpun Hyang Widhi tidak bekerja dunia akan hancur.

Dimensi waktu ala ayuning dewasa (baik dan buruk). Dalam lingkar waktu umat Hindu selalu disertai dengan doa dan ritus, galang kangintajeg surya sandi kala.

Preusz menyatakan bahwa ritus atas waktu merupakan dorongan mistikal untuk berbakti pada kekuatan tertinggi yang tampak konkret di sekitarnya, dalam keteraturan alam, pergantian musim, kedahsyatan alam, dan masalah hidup dan maut.

Waktu kerap kali di sertai dengan ritus menurut Van Gennep dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu:

1) Perpisahan (separation);
2) Peralihan (merge);
3) integrasi kembali (agregation).

Kehidupan manusia selalu dalam cengkraman waktu, karena waktulah yang sesungguhnya mengadakan, memelihara, dan membinasakan, segala sesuatu yang diikat oleh waktu.

Ada, mengada, tiada tergantung pada waktu, sifat-sifat keagungan dan kedasyatan dalam ruang dan waktu yang tak terbatas itulah menundukan manusia untuk menginsyafi kekecilannya di alam semesta.

Waktu di pandang menyeramkan, menakutkan, siap memporak-porandakan kehidupan manusia sehingga di wujudkan sebagai Bhatara Kala merupakan tokoh utama yang digambarkan dengan wajah dan karakter yang demikian seram “kadi trap nin raksasa warna nira (wajahnya seperti raksasa) dan lahir pada saat senjahari ‘sandhya wela‘ (pertemuan waktu antara siang dan malam).

Sosok Bhatara Kala selalu berkaitan dengan waktu, seperti halnya apa-apa yang boleh menjadi mangsanya, dalam Kala Purana disuratkan bahwa beliau boleh memangsa orang-orang yang melakukan aktifitas pada saat pertemuan dua waktu (sandhi kala).

Bhatara Kala tiada lain adalah aspek dari Hyang Widhi sebagai penguasa waktu, hal ini diperkuat dengan arti nama beliau sendiri.

Menurut Westa, secara leksikal kala berarti waktu, melihat dari arti leksikal tersebut maka pantaskah Sang Kala mendapatkan personifikasi sebagai penguasa atas waktu, karena ia merupakan ‘sang waktu’ itu sendiri.

Sebagai penguasa waktu, ia juga identik dengan penguasa atas kematian sehingga disebut “Yama Raja”.

Sebagai penguasa kematian kala sering digambarkan seperti api yang memusnahkan, sehingga beliau sering pula disebut Kalagni, sebutan ini mengisyaratkan kedahsyatan api waktu.

Halaman Selanjutnya

Tonton Video Ternyata Ada Hindu di Arab Saudi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here