Home Berita Pemeluk Hindu Mau Ibadah Di Candi Cetho Karanganyar Ditarik Bayaran

Pemeluk Hindu Mau Ibadah Di Candi Cetho Karanganyar Ditarik Bayaran

1637
0
Candi Cetho
Candi Cetho

Masyarakat umat Hindu mengeluhkan tarikan retribusi saat akan beribadah di Candi Cetho, Gumeng, Jenawi, Karanganyar, belum lama ini.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menerapkan aturan darurat untuk mengecualikan penarikan retribusi kepada umat Hindu yang akan menjalankan ibadah.

Keluhan penarikan retribusi itu salah satunya diungkapkan warga Semarang, Ayu Purnomo, 31. Dia ditarik retribusi ketika akan menjalankan ibadah di Candi Cetho beberapa waktu lalu.

Sebelum masuk dia diminta membayar tiket masuk sama dengan wisatawan lain yang berkunjung. Ayu bersama keluarganya mengaku mengalami hal tersebut dua kali ketika akan beribadah di Candi Cetho.

“Padahal saya sudah menunjukkan baju adat dan sesajian yang akan digunakan untuk sembahyang. Tapi saat mau masuk, saya diminta membayar retribusi. Saya keberatan karena merasa dihalangi ketika akan beribadah sesuai kepercayaan saya. Bukan soal nominal tapi konteks kunjungan ke sana itu saya kan beribadah, bukan berwisata,” ujar dia ketika dihubungi Solopos.com, Selasa (7/1/2020).

Baca juga

Ayu mengaku satu bulan hingga dua bulan sekali rutin menjalankan ibadah di Candi Cetho bersama keluarganya. Namun, selama itu dia mengaku baru selama dua kali diminta membayar retribusi.

Dia berharap ada regulasi yang tepat dari pengelola agar tidak merugikan umat Hindu yang akan menjalankan ibadah.

“Sebenarnya ada banyak yang mengeluhkan itu. Tetapi mereka tidak berani ngomong. Akhirnya kemarin saya curahkan unek-unek saya di media sosial dan men-tag Pak Gubernur terkait apa yang saya alami. Semoga nanti ada regulasi yang bisa mendukung kami ketika akan menjalankan ibadah,” papar dia.

Terpisah, Anggota Staf Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Harun Arosyid, mengatakan di dalam perjanjian pengelolaan Candi Cetho kegiatan keagamaan belum dimasukkan kategori pengecualian penarikan retribusi.

Meskipun begitu, dia akan menyampaikan hal tersebut agar bisa mendapatkan solusi bagi masyarakat yang akan menjalankan ibadah.

Dia mengatakan Candi Cetho sebenarnya merupakan cagar budaya tingkat nasional yang dead monumen. Artinya saat ditemukan sudah tidak digunakan. Sekarang digunakan untuk kegiatan penelitian dan keagamaan.

“Sebenarnya kalau untuk ibadah ya silakan saja. Tapi saya sempat konfirmasi ke candi lain katanya juga pada bayar. Nanti kami akan mengatur petunjuk teknisnya lebih lanjut untuk nol rupiah termasuk kegiatan agama. Soalnya di perjanjian itu kegiatan keagamaan tidak dikecualikan. Nanti akan kami sampaikan ke atasan kami,” ucap dia.

Baca Juga

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengaku langsung menindaklanjuti hal tersebut ketika mendengar kabar kegiatan agama ditarik retribusi.

Dia menegaskan akan menjamin hak asasi manusia bagi umat Hindu yang akan menjalankan ibadah di Candi Cetho.

Dia langsung menginstruksikan kepada pengelola Candi Cetho untuk memberikan pengecualian penarikan retribusi kepada masyarakat yang akan menjalankan ibadah.

“Tapi nanti untuk kegiatan agama perorangan harus menunjukkan KTP yang membuktikan dia akan beribadah sesuai agama Hindu. Untuk kegiatan kelompok dengan menunjukkan surat yang ditandatangani penanggung jawab kelompok itu. Surat tidak perlu ke kantor kami, ke loket langsung saja nanti biar petugas loket melaporkan ke kami,” ucap dia.

Titis menyampaikan permohonan maaf kepada umat Hindu yang merasa terganggu ketika akan menjalankan kegiatan keagamaan di Candi Cetho.

Baca juga

Dia berharap dengan kebijakan yang langsung diinstruksikan itu bisa mengembalikan kenyamanan umat Hindu dalam menjalankan ibadah.

“Ini instruksi mendadak yang saya lakukan. Sementara kebijakan untuk menunjukkan KTP ini berlangsung ketika umat Hindu akan beribadah, kami akan menyusun kebijakan baru untuk memperbarui perjanjian pengelolaan di Candi Cetho. Kami mohon maaf apabila hal ini mengganggu kegiatan ibadah masyarakat. Semoga bisa memberikan kenyamanan kembali,” kata dia.

Sumber https://www.solopos.com/pengunjung-sambat-mau-ibadah-di-candi-cetho-karanganyar-ditarik-bayaran

Tonton Maha Mrityunjaya Mantram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here