Home Sastra Kisah Dalem Sawang Raja di Nusa Penida

Kisah Dalem Sawang Raja di Nusa Penida

516
0
Pura Penataran Agung Padangbai Bali
Pura Penataran Agung Padangbai Bali

Hindu IndonesiaKisah Dalem Sawang Raja di Nusa Penida. Diceritakan Dewi Rohini melahirkan seorang putra yang bernama Dalem Sawang yang lahir pada tahun saka 160.

Setelah dewasa Dalem Sawang menjadi raja di Pulau Nusa Gede. Dalem Sawang terkenal sangat kejam dan mempunyai sifat seorang denawa.

Pada waktu melihat anak buah I Renggan berenang ke Nusa Gede dengan menggunakan serpihan perahu, maka Dalem Sawang menjadi marah sekali karena mereka tidak ikut tinggal dan menetap di Pulau Nusa Ceningan.

Maka dengan seketika Dalem Sawang bersemadi, dengan kesaktiannya dia mengutuk (memastu) semua anak buah I Renggan yang berjumlah 1500 itu menjadi wong samar.

Seketika langit menjadi gelap dan kilat saling sambar serta halilintar bergemuruh, maka seketika itu anak buah I Renggan tersebut menjadi wong samar dan berwujud menyeramkan.

Sedangkan serpihan perahu ikut juga dipastu sehingga tumbuh dan menjadi besar di daerah Tambak Buntut. Isi kutukan Dalem Sawang sebagai berikut:

“Barang siapa yang ingin nyungsung Durga Dewi pengastawanya ke Dalem Nusa patut menggunakan kayu perahu sebagai pralingga sarwa mecaling, karena kayu perahu berasal dari Siwa Lokha, maka sidhi, sakti, perkasalah dia”

Setelah anak buah I Renggan dipastu dan ditugaskan menjadi pengikut atau bala samar Dalem Sawang, maka pasukan Dalem Sawang menjadi bertambah banyak.

Dengan mempunyai pasukan yang banyak Dalem Sawang menjadi lupa diri, tidak memikirkan kesejahteraan dan ketentraman rakyat Nusa.

Rakyat Nusa menjadi menderita karena Dalem Sawang setiap hari selalu membuat huru-hara dengan menugaskan bala samar untuk mencari utpeti untuk dihaturkan kepada Dalem Sawang.

Maka pasukan bala samar yang berwujud bhuta kala mulai menebarkan wabah penyakit berupa panas dingin, muntah berak sehingga rakyat Nusa banyak yang mati dan setelah itu dihaturkan pada Dalem Sawang sebagai utpeti atau persembahan.

… Selanjutnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here