Home Sastra Wisnu, Sang Pemelihara Semesta

Wisnu, Sang Pemelihara Semesta

56
0
Wisnu, Sang Pemelihara Semesta
Wisnu, Sang Pemelihara Semesta

yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata
abhyutthānam adharmasya tadātmānaṁ sṛijāmyaham

paritrāṇāya sādhūnāṁ vināśhāya cha duṣhkṛitām
dharma-sansthāpanārthāya sambhavāmi yuge yuge

“Manakala kebenaran merosot dan kejahatan merajalela,
pada saat itulah Aku akan turun menjelma ke dunia,
wahai keturunan Bharata (Arjuna).”

“Untuk menyelamatkan orang-orang benar
dan membinasakan orang jahat,
dan menegakkan kembali kebenaran,
Aku sendiri menjelma dari zaman ke zaman.”

(Bhagavad-gītā, 4.7-8)

Hindu IndonesiaWisnu, Sang Pemelihara Semesta. Wisnu adalah Trimurti yang bertugas melindungi umat manusia (orang-orang benar) dari kejahatan (adharma) kala adharma melanggar batas keseimbangan. Untuk tujuan inilah Wisnu berkali-kali turun ke dunia dan menjelma ke dalam berbagai rupa (awatara).

Wisnu digambarkan seorang pria berkulit biru kehitaman / biru gelap– dengan empat lengan, mengenakan kalung permata (Kaustubha) dan kalung rangkaian bunga, mahkota emas yang biasa dipakai raja-raja, serta giwang di kedua tangannya.

Kadang digambarkan berada di pundak Garuda atau berbaring di tubuh Ananta Sesa – ular suci berkepala sepuluh.

Keempat lengan Wisnu juga memegang empat benda, sama seperti Brahma yakni :
Terompet kulit kerang (sangkakala) atau Shankhya, bernama “Panchajanya”, dipegang oleh tangan kiri atas, simbol kreativitas. Panchajanya melambangkan lima elemen penyusun alam semesta dalam agama Hindu, yakni: air, tanah, api, udara, dan ether.
Cakra Sudarshana, senjata berputar dengan gerigi tajam dipegang tangan kanan atas, melambangkan pikiran. Sudarshana sendiri punya arti : pandangan yang baik.
Gada Kaumodaki, dipegang oleh tangan kiri bawah, melambangkan senjata penghancur keterikatan pada harta benda.
Padma, simbol kebebasan. Padma melambangkan Satya (Kebenaran).

Saat adharma melanggar batas, Wisnu akan menjelma menjadi awatara ke dunia manusia. Ada dua versi awatara ini. Yang pertama adalah Dasa Awatara dan yang kedua adalah 22 Awatara Bhagavata Purana.

Sehari-harinya, saat tidak menjelma menjadi awatara, Wisnu akan berada di Kshira Sagara (lautan susu), berbaring di perut Ananta Sesa, atau berada di kediaman beliau di Vaikuntha – semesta paralel yang Wisnu diami bersama Laksmi, Garuda, dan para Dwarapala (golongan gandarwa yang bertugas menjaga gerbang Vaikuntha).

Halaman Selanjutnya Saraswati dalam Ramayana

Tonton Makna Perayaan Hari Saraswati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here